Diduga Tilep Duit Negara Ratusan Juta, Ketua Forum Kuwu dan Penasehatnya Dilaporkan FBN

  • Whatsapp

Jurnalcirebon.com – Ketua Forum Kuwu (Kepala Desa) Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Qor dan penasehatnya, AF dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumber karena diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi melelang aset Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon bernilai sekitar Rp500 juta dan tidak menyetorkannya ke kas daerah

Informasi yang dihimpun jurnalcirebon.com, Rabu (22/04/20), Qor yang menjabat Kuwu Wargabinangun dan AF, Kuwu Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi nekat melelang meski Pemda Cirebon sebagai pemilik aset sudah mengeluarkan larangan untuk menyewakan aset negara tersebut hingga menunggu hasil penilaian (apresial) dari tim penilai untuk mengetahui nilai/harga sewa aset yang wajar.

“Meski sudah ada larangan untuk tidak melakukan lelangan, nyatanya pelaku tetap nekat melelang aset pemda berupa sawah lebih dari 20 hektere tersebut dengan harga tinggi dan hasil lelangan aset selama dua tahun sama sekali tidak disetorkan ke kas daerah,” papar Ketua DPD Forum Bela Negara Kementerian Pertahanan RI Cirebon, Ibnu Saechu, SH kepada jurnalcirebon.com usai melapor.

Dia menjelaskan, oknum Kuwu tersebut menyewakan aset pemda kepada masyarakat dengan harga yang sangat tinggi, untuk satu hektarenya bisa mencapai Rp15 juta. Dan warga mengaku sudah menyetorkan uang sewa tersebut sebelum melakukan penggarapan ( sawah).

“Mereka (oknum kuwu) tidak mempunyai kewenangan menyewakan aset daerah tersebut hingga jelas mereka sudah melampaui kewenangan mereka yang hanya sebagai kuwu. Parahnya lagi, hasil penyewaan aset tersebut tidak disetorkan ke kas daerah,” tegas Saechu yang berprofesi advokat tersebut.

Apapun alasannya, lanjut dia, penyewaan aset pemda oleh oknum kuwu tersebut tidak dibenarkan dan sudah jelas dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi sehingga aparat berwenang diminta bertindak tegas dan tidak kompromi dalam pemberantasan kejahatan luar biasa dan merusak sendi-sendi ekonomi bangsa.

“Kalau dibiarkan ini akan jadi preseden yang tidak baik dalam penegakan hukum, dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku sehingga bukan tidak mungkin korupsi makin merajalela di Cirebon,” ujar Saechu yang sangat menyayangkan tindak pidana ini dilakukan oleh Ketua dan penasehat Forum Kuwu yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada kuwu- kuwu yang lain.

Saechu mensinyalir kedua oknum kuwu ini baru akan membayar hasil lelangan tersebut setelah dana desa termin pertama cair dengan modus dana talangan. Namun apapun alasannya, tegas dia, itu tidak dibenarkan.

“Kami sudah mengecek ke instansi terkait kedua oknum kuwu belum menyetorkan hasil penyewaan aset tahun 2018 dan tahun 2019 ke kas daerah, baru Guwa Lor itupun baru penyewaan aset tahun 2019, yang 2018 belum disetorkan,” ungkap Saechu.

Dia berharap, di tengah wabah Cofid 19 yang membuat masyarakat dirundung kesusahan, upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kendor, karena ada indikasi oknum kuwu yang memanfaatkan cofid 19 untuk mengeruk duit rakyat. “Kami percaya Kejaksaan profesional dan tetap bisa bekerja melakukan pemberantasan korupsi di tengah korona,” pugas Saechu. (AO)

:

Pos terkait