Diusir dan Diancam Diteriaki Rampok, Advokat Lapor Polisi

  • Whatsapp

JurnalCirebon.com – Seorang advokat diintimidasi saat menjalankan tugas profesinya. Korban bahkan diusir dan diancam diteriaki rampok.

Informasi yang dihimpun jurnalCirebon.com, peristiwa berawal saat Advokat Ibnu Saechu sedang melakukan investigasi dugaan kriminalisasi yang dialami warga Jagapura Wetan Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, Rabu (4/11).

Saat Ibnu mendatangi balai desa setempat karena ada janji bertemu dengan Agus, Juragan desa (Kaur Trantib) terkait penangkapan dan penahanan kliennya yang diduga tidak sesuai prosedur dan jadi korban kriminalisasi oknum aparat.

Saat sedang berbincang dengan Kaur Trantib Ibnu diusir oleh Depi, adik Kuwu Jagapura karena dianggap mencari-cari kesalahan . “Terlapor juga mengintimidasi dengan cara memukul meja, memaki -maki dengan kata-kata kasar dan mengancam akan meneriaki saya rampok,” ungkap Ibnu Saechu usai melapor ke Mapolsek Gegesik, Jumat (6/11/2020).

Ibnu menyayangkan tindakan arogan dari terlapor yang saat itu disaksikan juga oleh Babinkamtibmas Polsek setempat yang berada di lokasi kejadian.

Menurut Ibnu, dalam menjalankan tugas profesinya, advokat dilindungi Undang-undang. Dia menyebutkan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat,” menyatakan advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan.

Artinya advokat sebagai salah satu perangkat dalam proses peradilan juga mempunyai kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan.

“Selain itu, sesuai penjelasan pasal 14 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003, advokat dalam menjalankan profesinya bebas tanpa tekanan, ancaman, hambatan, tanpa rasa takut/atau perlakuan yang merendahkan harkat martabat profesi,” tambah Saechu.

Ibnu menegaskan, tindakan terlapor merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan dan jika dibiarkanakan menjadi preseden buruk yang mengancam advokat dalam menjalankan tugas profesinya.

“Kami menuntut aparat berwenang untuk mengusut tuntas dan melakukan tindakan tegas kepada pelaku,” tandas Saechu. (ST/JC).

  • Whatsapp

Pos terkait