Kisah Pembuangan Bayi di Restoran Jatibarang, ini Reaksi Calon Bupati Indramayu

  • Whatsapp

Kisah Miris Pembuangan Bayi di Restoran Jatibarang, dimana pelaku Ikut Komentar di Sosmed membuat calon bupati Indramayu, dr. Hj. Ratnawati Herman Khaeron merasa perihatin.

Bacaan Lainnya

Selain membagikan unggahan, dalam informasi yang ditulis Merdeka.com sang ibu juga ikut mengomentari lewat pesan singkat direct message di Facebook dengan menanyakan kebenaran informasi tersebut.

Dalam pesan singkat tersebut, ia juga mencoba berpura-pura meminta bayi tersebut untuk dirawat oleh tantenya.

“Ana sing buang bayi ta mba (ada yang buang bayi kah mba), ning rochkien Chikien (di rocket chicken), tegel nemen ya Allah (tega banget ya Allah). Sekarang bayinya di mana mba buat tante saya aja kasian,” tulis pesannya.

Heboh penemuan bayi mungil di sebuah toilet restoran cepat saji di kawasan Jatibarang tersebut membuat calon Bupati Indramayu ini angkat bicara.

“Perilaku seks beresiko dikalangan remaja merupakan masalah kesehatan yang penting untuk dipecahkan segera,” ujar istri Herman Khaeron, anggota DPR RI Dapil Indramayu- Cirebon ini.

Wanita yang pernah menjadi dokter teladan ini mengatakan, perilaku seks beresiko akan berdampak pada peningkatan kasus KDT (Kehamilan Tidak Diinginkan) dan aborsi tidak aman di kalangan remaja serta meningkatnya kasus IMS dan HIV/Aids.

Dldr. Hj. Ratnawati menekankan pentingnya kesehatan reproduksi dan seksual remaja karena berdampak terhadap menurunnya status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat serta semakin meningkatnya angka kemiskinan.

“Insyaallah kami siap membantu melakukan pendidikan terhadap publik termasuk melakukan pembelaan (advokasi) terhadap pemenuhan hak-hak reproduksi dan seksual remaja,” tandas dr. Hj. Ratnawati.

Seperti dilansir merdeka bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali terlihat dengan posisi tergeletak, tanpa diberi alas apapun. Di lokasi sekitar bayi juga terdapat cairan sedikit berwarna merah yang diduga sebagai air ketuban dari proses kelahirannya.

Dilansir dari akun Facebook Informasi Kecamatan Anjatan, saat ini bayi dengan berat 1500 gr, dan panjang 40 cm tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kecamatan Losarang untuk dilakukan perawatan.

Pelaku Ikut Membagikan Berita Penemuan Bayi Tersebut

Seperti yang viral di media sosial beberapa hari lalu, pelaku pembuangan yang merupakan ibu sang bayi laki-laki tersebut ikut membagikan unggahan penemuan bayi itu. Ia membagikannya seolah tidak tahu kejadian tersebut.

Dalam unggahan yang diunggah di akun @lambe_turah, sang ibu membagikan unggahan Facebook dari Sendi Aditya dengan menuliskan caption “Yaallah semono lucue” (Ya Allah segitu lucunya), dengan menambahkan emoticon sedih.

Berdasar hasil rekaman CCTV, pihak polisi pun tak butuh waktu lama untuk menemukan pelaku pembuangan bayi tersebut tersebut.

Diketahui jika pelaku pembuangan berjumlah dua orang dan berusia SMA,  FY (16), warga Desa Widasari, dan remaja laki-laki IS (18) warga Desa Kebulen.

Bayi tersebut diduga dibuang sesaat setelah dilahirkan oleh pelaku dan ia membuat drama di media sosial agar perbuatannya tidak terlacak oleh aparat keamanan. (JC/Merdeka)

Pos terkait