Menang di Pengadilan Lawan Keluarga Terkaya di Anjatan, Anak Patrol Terancam Kaya Mendadak, Warisi Harta Miliaran Rupiah

  • Whatsapp

Jurnalcirebon.com – Supriyadi (43), warga Patrol Indramayu tak pernah bermimpi jadi orang kaya. Bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah untung.

Untuk bertahan hidup Supri rela bekerja apa saja dari kuli bangunan sampai supir angkutan umum (elf). “Dari kecil sudah terbiasa hidup susah, mas,” ujar Supriyadi saat diwawancara jurnalcirebon.com, Rabu (13/5/20).

Bacaan Lainnya

Sejak tiga bulan dalam kandungan, ayahnya pergi begitu saja meninggalkan ibunya, menikah dengan wanita lain. Lahir ke dunia, Supri tak tahu siapa ayahnya. Dia tinggal bersama ibunya, Kusniah yang menjadi seorang janda dari Asmuni, orang paling kaya di Kecamatan Anjatan Indramayu.

Ayah Supriyadi, Asmuni kemudian menikah lagi dengan Ratminah dan Kusniah menikah dengan Kusnaedin. Supriyadi kecil pun pun tinggal dan diasuh kakeknya, Sumarjo, seorang pensiunan tentara.

Supriyadi pun beranjak dewasa dan berhasil melewati jenjang pendidikan hingga SMA. Seperti anak kebanyakan, dia pun melamar pekerjaan. Suka-duka dan pahit getir dalam dunia usaha dan kerja dia alami. Terlahir dan hidup bersama keluarga sederhana membuat Supriyadi terbiasa hidup perihatin.

Meski dikemudian hari Supriyadi akhirnya mengetahui ayahnya adalah pengusaha kaya bergelimang harta, dia mengaku tidak silau dan mengintai harta ayahnya. Hingga ayahnya meninggal dunia pada Tahun 2014 silam.

“Paling tidak dua kali saya bertemu beliau semasa hidupnya. Terakhir waktu sakit, beliau duduk di kursi roda dan saya sempat mendorongnya dan lihat matanya tampak berkaca-kaca,” kenang Supriyadi.

Setelah Asmuni meninggal dunia, Supriyadi dijanjikan akan diberi sebagian dari harta peninggalan sang ayah oleh ibu dan adik-adik tirinya. Namun janji tinggal janji, hingga akhirnya Supriyadi melalui kuasa hukumnya, Ibnu Saechu, SH mengajukan permohonan penetapan ahli waris di Pengadilan Agama Indramayu. Pengadilan Agama Indramayu pun akhirnya menetapkan Supriyadi sebagai ahli waris sah dari almarhum H. Asmuni pada tahun 2018 lalu.

BACA JUGA:  Koalisi Perubahan Indramayu Rencanakan Deklarasi pada HUT Kemerdekaan RI ke -75

Namun, Ratminah dan keempat anak hasil perkawinan dengan Aamuni keberatan memberikan harta peninggalan Aamuni kepada  mengajukan pembatalan penetapan ahli waris melalui gugatan perdata Nomor : 8777/Pdt.G/2019/Pa.Imy.

“Alhamdulillah tadi sidang putusan hasilnya gugatan mereka ditolak. Artinya  saya adalah ahli waris yang sah dan berhak mendapatkan warisan ayah saya,” tegas Supriyadi.

Sementara itu, Kuasa Hukum Supriyadi, Ibnu Saechu, SH berharap melalui putusan pengadilan tersebut Ratminah,Cs  segera memberikan hak waris kepada kliennya.

“Kami berharap Ibu Ratminah dan anak-anaknya segera memberikan hak atas harta peninggalan H. Asmuni kepada klien saya,” tandas Saechu.

Ditanya berapa kisaran peninggalan Asmuni, Advokat muda ini menyebut harta peninggalan Asmuni memiliki angka fantastis, yakni sekitar Rp100 Miliar, terdiri dari sekitar 100 hektare sawah, simpanan berupa deposito, sejumlah toko emas, rumah mewah, kendaraan mewah dan puluhan armada bus dan elf. (ST)

Pos terkait